Lapangan Sepak Bola Kian Langka, Kami Harus Main Dimana?

Sepak bolaSelamat Tinggal King Alex. Read more ... ยป adalah olah ragaSelamat Tinggal King Alex. Read more ... ยป favorit di seluruh dunia. Di kota ini, pembangunan yang semakin pesat berimbas pada hilangnya lahan kosong untuk anak-anak bermain khususnya lapangan untuk anak-anak bermain sepak bola.

Hampir setiap sore aku lihat anak-anak main sepak bola di gang kami yang kecil ini, paling lebarnya cuma sekitar 2-2,5 meter dengan cor beton sebagai alasnya dan diapit 2 tembok rumah yang tak terlalu tinggi. Biarpun alas dari beton tapi tak ada rasa takut dari wajah anak-anak ini saat bermain bola, mereka tak menghiraukan kaki mereka yang kecil tak beralas itu robek atau luka karena cor beton dan bahkan sekali waktu bola mereka lari sampai kejalan, tak ada rasa takut nyebrang begitu aja demi mengambil bolanya. Dulu semasa aku kecil juga bermain bola di gang ini, situasi pada waktu dulu malah lebih parah. Kami bermain ditanah yang banyak batu tak beraturan bahkan kami harus rela kaki kami luka terkena pecahan kaca, tapi itu bukan masalah asal kami bisa main bola.

Sepak Bola

Main Sepak Bola Di Dalam Gang

Main sepak bola kok di dalam gang?

Kenapa anak-anak ini main bola di gang? sudah gak ada lagi kah lapangan yang layak untuk bermain? Ku tanya sama salah seorang anak yang kebetulan sedang istirahat, dan dia pun menjwab dengan polosnya “udah gak ada lagi lapangan tuk kami bang, kalau mau main harus bayar lah. kan banyak tuh lapangan futsal“.

Untuk anak-anak seperti mereka yang umurnya paling berkisar antara 8-11 tahun harus mengeluarkan uang banyak hanya untuk main bola itupun cuma 1 jam, dan mungkin hampir rata-rata pengelola lapangan tidak memberi izin anak-anak menyewa lapangan tanpa ada orang dewasa yang menemani. mungkin takut lapangannya disalah gunakan kali ya, atau takut lapangannya cepat rusak. Pengelola lapangan tidak bisa disalahkan.

Padahal tidak sedikit dari mereka yang memiliki kemampuan bermain sepak bola yang bagus, mereka bibit yang bakal menggantikan Irvan Bachdim, Okto Maniani, dll. Seharusnya pemerintah memikirkan anak-anak seperti mereka walau dari kalangan pinggiran kotaPetasan Pembunuh Paling Kecil. Read more ... ยป yang jauh dari hidup mewah. Kalau sepak bola negeri ini mau maju harus perhatikan bibit-bibit kecil dari sekarang, contohnya seperti anak-anak disekitar rumahku ini.

Lapangan Sepak bola disulap menjadi lapangan bisnis

Pembangunan yang merajalela adalah biang dari hilangnya lahan kosong untuk bermain bola, yang tampak sekarang adalah bangunan bertingkat tinggi, megah dan cantik. Kasihan anak-anak kita nanti, disaat mereka lahir dan tumbuh besar (setidaknya usia sekolah dasar) mereka hanya bisa melihat sepak bola dari layar TV tanpa merasakan bagaimana rasanya bermain bola. :nohope

Setidaknya pemerintah itu menyediakan lahan khusus untuk anak bermain, agar anak-anak pinggiran kota dapat merasakan bermain bola dengan leluasa tanpa harus takut memecahkan jendela rumah tetangga. Tidak seperti anak-anak rumah gedungan yang dengan mudah dapat merasakan pendidikan sepak bola di sekolah sepak bola dengan segala fasilitasnya. Bagi anak-anak pinggiran kota boro-boro masuk disekolah sepak bola yang harus mengeluarkan dana banyak mulai dari perlengkapan pribadi sampai biaya bulanannya, untuk bermain bola di dalam gang sempit aja mereka terkadang susah untuk membeli bolanya. Dan tak jarang mereka harus rela berhenti main bola karena bola mereka nyangkut diatap rumah orang.

Adakah orang yang berbaik hati memberikan lahan kosong kepunyaannya untuk digunakan bebas bermain anak-anak? Kalaupun ada lahan kosong, kurasa sudah dijadikan bangunan rumah atau gedung ruko. Kami butuh lapangan sepak bola ๐Ÿ™