Asep Stone | Jimi Hendrix dari Indonesia

Asep Stone adalah satu contoh aanak bangsa yang lebih memilih berkarir di Negeri orang karena Negeri orang lebih bisa menghargai karya nya.

Postingan kali ini aku masih bercerita tak jauh dari dunia musik, lebih tepatnya musisi Indonesia yang eksis di luar negeri. Kalau sebelumnya aku membahas tentang Febby Tan, drumer cewek asal Indonesia kali ini aku akan membahas Asep Stone musisi Blues dari Indonesia. Siapa itu Asep Stone? Mungkin sebagian dari orang Indonesia sudah mengenal beliau khususnya pecinta musik Blues. Sebelum postingan ini ditulis, aku terlebih dahulu meminta izin untuk menulisnya kebetulan aku dan Aa’ Asep sedang Skype-an. Silahkan simak dulu kutipan di bawah yang kukutip langsung dari Myspace resmi Asep Stone.

Asep Stone was born in Bandung, Indonesia. He discovered a natural talent for the guitar and taught himself to play in a wide range of styles. He first performed at the age of 14 to an audience of nearly 20,000 people at the Bandung Gladiator Rocks Festival. He played extensively at venues in Indonesia and moved to the UK in 1993. He travelled all around the UK, performing original music with Stone Free. In 1999 Asep formed Purple Haze, who appeared on BBC Sessions and played with former Hendrix bass player Noel Redding at an auction of Jimi’s guitars. Noel was keen to play with Asep again, but sadly died shortly after their meeting. Purple Haze toured the UK to great acclaim, but split up in 2004. In 2007 he moved to Switzerland where he formed Asep Stone Experience. He played various gigs around the country and started recording his own songs.

Asep Stone asli Indonesia

Dari kutipan di atas sudah menggambarkan secara singkat siapa Asep Stone itu kan. Dari kutipan itu kira-kira maksudnya seperti ini :

Asep Stone lahir di Bandung, Indonesia. Dia menemukan bakat bermain gitarnya secara alami dan belajar sendiri untuk bermain dalam berbagai macam gaya. Dia melakukan debut pertama pada usia 14 tahun di Festival Gladiator Rock Bandung dengan penonton hampir 20.000 orang. Ia bermain secara ekstensif diberbagai tempat di Indonesia dan pindah ke Inggris pada tahun 1993. Pada tahun 1999 dibentuk Asep Purple Haze, yang muncul pada Sessions BBC dan bermain dengan mantan pemain bass Jimi Hendrix, Noel Redding pada lelang gitar Jimi Hendrix. Noel sangat ingin bermain dengan Asep lagi, tapi sayangnya Noel meninggal tak lama setelah pertemuan mereka. Purple Haze mengadakan tour keliling Inggris, namun berpisah pada tahun 2004. Pada tahun 2007 Asep pindah ke Swiss dan ia membentuk grup band yang diberi nama Asep Stone & The Experience.

Asep Stone

Aksi Asep Stone

Sampai saat ini Asep Stone masih tinggal di Swiss bersama teman-teman band nya. Asep Stone disebut-sebut sebagai tribute nya sang legendaย  Jimi Hendrix karena dari segi penampilan mereka mirip dan aksi panggung nya pun menyerupai Jimi Hendrix. Asep Stone satu-satu nya orang yang menjadi tribute dari Jimi Hendrix sampai saat ini.

http://www.youtube.com/watch?v=hoCd9e4j_2w&feature=related

Aku memanggil Asep Stone dengan sebutan Aa’ Asep karena beliau orang Sunda, aku mengenalnya karena abang sepupu ku menikah dengan adik kandung dari Aa’ Asep dan dari situlah aku mengenal Aa’ Asep. Sempat terjadi hilang kontak antara Aa’ Asep dengan keluarga di Indonesia, dan abang sepupu ku itulah yang berusaha mencari info tentang keberadaan Aa’ Asep. Lagi-lagi sosial media lah yang berperan dalam hal ini. Pada saat itu abang sepupu ku mencoba mencari info di facebook dengan pemikiran singkat bahwa saat itu orang-orang punya akun di facebook dan akhirnya ketemu juga di facebook. Sampai saat ini Aa’ Asep masih sering berkomunikasi dengan adiknya melalui Skype, sesekali berkomunikasi melalui telepon.

Kabarnya Aa Asep berencana untuk pulang ke Indonesia melepas rasa kangen nya dengan keluarga dan teman-teman di Indonesia setelah ia selesai melakukan tour konsernya sekitar bulan April nanti. Nah, untuk penggemar Asep Stone dan teman-teman yang di Indonesia harus bersabar nungguin waktu itu datang. Asep bilang kalau dia udah kangen dengan Indonesia, masakan Indonesia yang susah sekali untuk didapati di Swiss dan Asep Stone juga pengen main lagi di Bandung tempat dia sering main dulu.