Balap Liar, Ajang Mencari Nama?

Kesenangan melakukan balap liar semata terkadang tak memikirkan dampak apa yang akan dialami oleh orang lain, atau malah kalian tak bertanggung jawab kalau ada orang lain yang menjadi korban dari ulah kalian?

Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan juga yang bisa digunakan untuk balapan *gak nyambung*. Entah memang jalan raya sejatinya untuk balapan atau cuma sekedar ajang pamer siapa sang raja jalanan. Jalan raya yang kita kenal sebagai “milik kita bersama” perlahan beralih fungsi menjadi arena pacu adrenalin antar pengendara motor (orang MedanManfaatkan Ruang Publik Yang Sudah Ada. Read more ... » bilang kreta), mobil-mobil yang seolah-olah ada di sirkuit, tukang becak motor (betor) yang berlomba bak Daniel Pedrosa dan Lorenzo, atau angkot-angkot yang seolah-olah berubah menjadi mobil F1 dan mungkin balapan individu yang berlomba dengan waktu (termasuk aku kadang-kadang, hehe).

Balap Liar Menjadi Pilihan

Balap liar bukan sekedar balapan begitu aja, ada gengsi yang di pertaruhkan sekaligus jadi ajang promosi bagi bengkel-bengkel yang terlibat di balap liar. Otomatis dengan sering menang balapan maka akan semakin terkenal lah nama suatu bengkel. Mengapa balap liar yang dipilih? tentu saja persoalan biaya yang tidak semahal balapan resmi menjadi jawaban nya. Selain itu, terkadang balap liar dilindungi oleh sebagian oknum aparat kepolisian dengan memberi sejumlah uang sebagai perizinan sekaligus kalau-kalau terjadi kecelakaan yang berujung tewas, dianggap tidak ada kasus kecelakaan.

balap liar

Aksi Balap Liar

Minimnya event balapan resmi atau tidak adanya infrastruktur arena (sirkuit) untuk diadakannya balapan resmi di tiap kota juga menjadi salah satu pemicu maraknya balap liar. Mungkin untuk mengadakan event balap resmi membutuhkan banyak biaya tidak hanya bagi penyelenggara tapi juga bagi peserta yang ingin ikutan. Tapi sejatinya biaya bukanlah faktor utama untuk tidak menyelenggarakan balapan resmi. Sumber dana bisa didapat dari mana aja, masih banyak seponsor yang mau ikutan dalam sebuah event balapan resmi.

Ajang balapan resmi bisa dijadikan lahan jualan bagi beberapa sponsor untuk menjual produk mereka, manfaatkan itu.

Korban balap liar

Ini satu hal yang jadi perhatianku, korban kata kuncinya. Setiap ada balapan liar akan ada korban yang ditimbulkan. Korban bukan cuma dari pelaku balapan itu sendiri tapi orang tak bersalah pun akan menjadi korban. Kalau korban yang jatuh dari pihak pelaku balapan liar sih wajar ya kan dia yang mau balapan liar, nah bagaimana nasib orang lain yang kebetulan melintas atau pejalan kaki. Haruskah ikut menjadi korban?

Bebarapa kali aku terjebak dalam situasi balapan liar, biasanya balapan liar di Medan ini menutup jalan sebelum mereka memulai aksi mereka biar tidak ada yang mengganggu aksi mereka. Lantas bagaimana dengan orang-orang yang sudah ada di posisi depan (tidak tau ada balapan liar di belakang)? Yah, kalau udah begini siap-siap dan banyak berdo’a aja lah. Syukur-syukur tidak menjadi korban dari balapan liar.

Aku melihat ada kaitan antara maraknya aksi genk motor dengan aksi balapan liar ini. Entah mana yang benar, dari GENK MOTOR menjadi ikutan BALAPAN LIAR atau dari BALAPAN LIAR gabung menjadi GENK MOTOR? Tapi yang jelas mayoritas dari keduanya adalah banyak dilakukan para remaja. Konon katanya Remaja itu masa dimana manusia punya hasrat yang besar untuk ingin tau berbagai macam hal, benarkah itu? Masa remaja enggak melulu harus berbuat hal-hal negative, jadilah remaja yang positive yang melakukan banyak hal mengisi masa remaja salah satunya seperti Ridho Brado.

Udah Kencang Dari Pabrik

Motor-motor (kreta dalam bahas Medan) sekarang diciptakan kencang-kencang dari pabriknya. Motor-motor sekarang dikeluarkan dengan cc yang tinggi (paling rendah 115cc), bahakan untuk matic saja mencapai 125cc. Wajar kan kalo tingkat kecelakaan semakin tinggi, selain tingkat kesadaran kita juga tentunya.

Intinya sih kendaraan-kendaraan yang dikeluarkan dari pabrik dibuat dengan kecepatan yang sudah tinggi itu sejatinya untuk mendukung kehidupan manusia yang sekarang ini udah berlomba dengan waktu. Kendaraan dibuat kencang biar bisa menghemat waktu untuk bisa mengerjakan banyak hal. Tapi semua kembali pada diri pengguna kendaraan itu sendiri, bagaimana menyikapi teknologi yang dikeluarkan.

Tetap waspada di jalan, jangan ikutan balap liar.