Selamat Tinggal King Alex

Loyalitas dalam sepak bolaLapangan Sepak Bola Kian Langka, Kami Harus Main Dimana?. Read more ... Β» modern sudah sangat sulit untuk ditemui, loyalitas tidak terpengaruh oleh uang.

King Alex, panggilan itu yang diberikan oleh para fans untuk seorang Alessandro Del Piero sang maestro lapangan hijau dari Italia. Ini untuk pertama kalinya aku membuat postingan tentang pemain sepak bola atau dunia sepak bola professional walaupun pada postingan sebelumnya aku pernah membahas tentang nasib anak-anakLapangan Sepak Bola Kian Langka, Kami Harus Main Dimana?. Read more ... Β» perkotaan yang main bola bukan dilapangan. Postingan itu lebih mengarah ke nasib anak-anak kota dimasa kini. Sebenarnya aku gak pernah punya rencana untuk membuat postingan tentang olah raga, tapi untuk kali ini aku akan membahas dunia olah raga dan dikhususkan untuk sang idola, influencer-ku dalam bermain bola.

Jangan terkecoh dengan judul di atas Selamat Tinggal King Alex, itu hanya judul untuk mengungkapkan rasa haru karena idolaku Alessandro Del Piero meninggalkan club Juventus yang sudah membersarkan namanya. Del Piero adalah sosok pemain bola yang paling aku idolakan dan kagumi, gak ada nama pemain hebat lain yang menjadi idolaku. Messi, Christiano Ronaldo, Rooney, walaupun mereka itu hebat-hebat tapi aku gak menaruh rasa kagum dengan mereka.

Story singkat Alessandro Del Piero

Alessandro Del Piero lahir 9 November 1974 di Conegliano, Veneto, Italia. Mengawali karir sepak bola professional pada tahun 1993 bermain dengan club Padova, selama di Padova Del Piero hanya bermain 14 kali dengan mencetak gol cuma 1 kali. Pada tahun yang sama Del Piero hijrah ke Juventus (1993-2012) dan mencetak gol sebanyak 289 gol selama ia berseragam Juventus. Del Piero juga ikut membawa timnas Italia dalam meraih gelar juara dunia tahun 2006.

Del Piero dikenal sebagai sosok panutan bagi pemain lainnya tidak hanya pemain dari Juventus tapi juga pemain dari club lain. Sikapnya di dalam lapangan dan di luar lapangan patut menjadi contoh untuk pemain-pemain sepak bola lainnya, karena Del Piero salah satu pemain sepak bola yang jauh dari gossip miring, kontroversi dan kehidupan glamor para pemain sepak bola.

Loyalitasnya yang tinggi terhadap Juventus dibuktikan saat Juventus terkena skandal pengaturan skor (Calciopoli) tahun 2006 yang dilakukan beberapa petinggi-petinggi klub sepak bola di Itali. Tapi hanya Juventus yang mengalami nasib kurang beruntung karena pada saat itu Juventus berhasil menjadi juara Serie A, dan gelar itu harus dicopot + 2 gelar sebelumnya yang sudah mereka rebut, Juventus juga harus turun kasta 1 level ke Serie B. Banyak pemain Juventus yang memilih hengkang untuk bergabung dengan klub lain dengan alasan takut karir mati atau tidak merasakan kompetisi bergengsi, tapi Del Piero tetap bertahan di Juventus sampai akhirnya berhasil membawa Juventus kembali ke liga Serie A.

Dan akhrinya tahun 2012 Juventus berhasil meraih Scudetto (juara liga) Serie A Italia dan sekaligus musim terakhirnya berkostum corak β€œzebra”. Untuk member penghormatan dilaga terakhirnya. Sang pelatih Antonio Conte member kepercayaan untuk Del Piero main dari awal pertandingan dan sebagai salam terakhirnya ia berhasil mencetak 2 gol sekaligus gol terakhirnya bersama Juventus. Del Piero ditarik ke luar tapi dia memilih mengelilingi Satdiun Juventus Arena untuk memberikan salam terakhir kepada seluruh penggemar Juventus yang ada di stadium, dan dia pun meneteskan air mata karena gak sanggup melihat cinta para fans nya.

Musim 2012 adalah musim fantastisnya bersama Juventus, selama 1 musim 2012 Juventus menjadi juara tanpa mengalami kekalahan sekalipun. Del Piero pun dipercaya untuk mengangkat trofi juara sebagai pengahargaan tim atas dedikasinya dari tahun 1993-2012. Karena selama ini del Piero adalah captain di tim Juventus.

Del Piero

Del Piero angkat trofi terakhir bersama Juventus

Aku mengenal Alessandro Del Piero

Pertama kali aku menonton tayangan sepak bola di tv saat aku masih kelas 2 SD tahun 1995, dan pertandingan pertama yang kutonton adalah pertandingan Juventus dan aku melihat sosok pemain hebat yang bernama Alessandro Del Piero. Sejak itu juga aku jatuh hati dengan Del Piero dan Juventus. Jadi aku mengenal Del Piero 2 tahun dia bergabung dengan Juventus, masih sangat baru dan karir sepak bola professional nya pun baru dimulai.

Jaman-jaman SD dulu aku sering membeli poster, asesoris dan pernak pernik berbau Del Piero dan Juventus. Uang jajan sekolah kuhabiskan untuk membeli poster-posternya aja, entah berapa banyak udah posternya di rumah. Tapi sekarang aku cuma menyisakan gambar karikaturnya yang kutempel dipintu lemari. Poster-poster jaman dulu udah banyak yang hilang dan rusak. Entah kenapa lah dulu aku gak punya pikiran untuk nyimpan semua pernak-pernik tentang Del Piero, kalau ada kan pasti jadi barang langka. Poster dengan rambut gondrong sampe rambut botak pun ada dulu.

Gaya bermain bolaku pun meniru Del Piero, gaya bermain bola ini sudah kuterapkan sejak SD karena aku sudah bermain bola dari kelas 1 SD. Dimana pun aku main bola, mau itu main bola di dalam gang, di lapangan besar dari sekedar main dengan teman cari keringat sampe main cari duit lawan abang-abang pun (ketauan tukang taruhan kalau main bola) tetap gaya mainku seperti Del Piero.
Kalau sekarang satu-satunya pernak-pernik tentang Juventus yang kupunya cuma batik bercorak Juventus, itupun baru ada 1. Nanti beli lagi kalau ada duit πŸ™‚

Bagian Terakhir
Selamat jalan King Alex semoga masih bisa member kontribusi untuk Juventus menjadi tim ahli menangani klub. *** Forza Juventus.

*NB: Auto posting, ditulis tanggal 15 Mei 2012 dipublish tanggal 24 Mei 2012