Semua Orang Berhak Berkicau

Siapa aja boleh berkicau mengutarakan pendapatnya, unek-uneknya, keluh-kesahnya, kegalauannya, dan apapun selama dalam batas etikaEtika Merokok Bagi Para Perokok. Read more ... » dan tidak mengusik orang lain.

Sejak kemunculan sosial media di awal era 2000-an telah merubah cara pandang kita dalam berkomunikasi, memberi kritikan, dan bahkan tak pelak sosial mediaPentingkah Etika SEO?. Read more ... » membantu kita terhubung dengan orang-orang yang sudah lama tidak kita jumpai dan menemukan orang baru dalam kehidupan kita. Untuk urusan ini kayaknya gak perlu aku jabarkan lagi lah ya, pasti semuanya juga sudah merasakan dampak bagaimana sosial media membuat kita menjalin hubungan dengan orang-orang baru.

Sejatinya sosial media dirancang untuk personal setiap penggunanya, kita selaku orang yang menjadi pelaku di sosial media berhak melakukan apa yang kita inginkan di sosial media. Pisahkan dulu antara kebebasan dengan etika dan hukum. Aku akan membahas satu per satu dimulai dari kebebasan dan dilanjutkan dengan etika dan hukum.

Bebas berkicau di sosial media asal ada etika

Awal dari lahirnya sosial media apapun itu namanya, baik Friendster, MySpace, Facebook, Twitter, dll. Tidak pernah aku menemukan di term of service (TOS) atau privacy police setiap situs jejaring yang menuliskan “Dilarang berkata kasar”, “Dilarang menghina orang lain” atau apapun bersifat tidak baik.

Artinya apa? Artinya, kita pengguna sosial media berhak berkata apapun sesuka hati kita. Kamu mau mengejek teman kamu, mau menjelek-jelekan perusahaan tempat kamu bekerja, mau mengkritik pemerintah, semuanya bebas tanpa ada larangan dari situs jejaring social yang ada. Deal sampai disini masalah bebas berkicau? tapiiiii…. (lanjut baca ke bawah)

etika

Thing Before Speak

Etika dan hukum di sosial media

Terlepas dari kebebasan berkicau di atas, sejatinya ada aturan-aturan yang mengikat dan tidak mengikat yang mengawasi kebebasan kita tadi. Kita mulai dari etika dulu. Etika berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Etika menurut Martin adalah suatu tingkah laku sebagai standart untuk mengatur tingkat pergaulan manusia dalam kelompok social.

Etika bukanlah suatu yang mengikat dalam kehidupan tapi etika sangat lah penting dalam kehidupan untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan kita, apalagi dalam hal dunia sosial media yang jelas-jelas tanpa ada control. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa memiliki sebuah etika adalah sebuah keharusan untuk menjaga keharmonisan dengan orang lain walaupun kita tidak saling kenal dengan orang-orang yang ada di situs jejaring itu.

Terlepas dari masalah etika, Negara kita Indonesia adalah Negara hukum. Hukum yang mengatur untuk segala kegiatan di sosial media sudah ada dan seharusnya lah kita mengahrgai hukum itu.

Gak usah komentar kalau hukum di Negara ini carut marut, itu bukan rahasia umum lagi. Tapi kalau bukan kita yang menghormati hukum itu, siapa lagi? Yang penting kita tetap berada dalam koridor-koridor hukum yang sudah ditetapkan.

Intinya begini, kita punya kebebasan untuk berkicau di sosial media tapi kita masih harus mengingat masih ada etika yang harus kita jaga dan hukum yang harus kita patuhi.