Sosial Media Sudah “Membunuh” Komunikasi

Setiap kita manusia tak lazim lagi dengan yang namanya komunikasiGunakan Etika Berbicara Di Depan Umum. Read more ... ». Komunikasi sudah menjadi bagian dari hidup kita sejak kita dilahirkan. Tak ada manusia yang tak pernah berkomunikasi bahkan yang tuna wicara sekalipun.

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi juga bisa dilakukan dengan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala dan lain sebagainya. Yang biasa kita kenal dengan istilah body language.

Komunikasi yang baik menurutku adalah komunikasi yang dilakukan secara 1 arah atau obrolan langsung 2 orang atau lebih dengan saling melihat wajah lawan bicaranya.

sosial media

Ilustrasi komunikasi (credit to raitosun)

Komunikasi produktif itu telah “mati” karena sosial mediaBerantas Situs Porno, Tugas Kita Semua. Read more ... »

Sejak kehadiran sosial media dan semakin berkembangnya teknologi yang tertanam pada sebuah gadget, sudah menciptakan gaya baru dalam berkomunikasi yang kita laukan sehari-hari. Aku masih mengingat saat dulu masih aktif bermain di jejaring sosialBerantas Situs Porno, Tugas Kita Semua. Read more ... » Friendster, aku sudah melihat kalau metode komunikasi manusia akan berubah dari yang biasanya dilakukan secara tatap muka ataupun melalui pesan sms yang nyata-nyata hampir tanpa jarak waktu dari pesan itu disampaikan sampai pesan itu diterima. Dan perubahan itu benar terjadi.

Semakin hari semakin berkembangnya sosial media, kondisi metode komunikasi manusia semakin digiring ke arah pemanfaatan teknologi. Ada sisi baik yang didapat dari kemajuan teknologi ini memang, tapi tanpa kita sadari sebenarnya kita sudah terbawa terlalu jauh sehingga kita melupakan hal-hal yang sebnarnya sudah menjadi kondrat. Sebut saja cara berinteraksi.

Komunikasi yang membuatku nyaman adalah komunikasi yang kulakukan secara langsung dengan lawan obrolanku. Seperti ngobrol secara langsung secara tatap muka ataupun ngobrol melalui telepon. Komunikasi seperti ini akan menciptakan tersampainya suatu tujuan secara langsung atau tepat waktu tanpa ada gap (jarak waktu).

Bandingkan dengan lebih memilih menyampaikan suatu pesan memalui sosial media. Ini pengalaman pribadi dan sangat sering aku alami. Ketika seorang teman bertanya “Ada tugas kuliah gak hari ini?”. Pertanyaan itu dilontarkan melalui Facebook atau Twitter. Tentu hal-hal kayak gini belum tentu bisa aku jawab karena belum tentu pada saat bersamaan aku ada di Facebook atau Twitter. Bagaimana kalau pesan itu bersifat penting? Ada harapan pesan penting itu gak akan sampai secara tepat waktu. Kalau sudah begini, yang ada hanya kekecewaan bagi si penanya. Masih mending tidak menyalahkan orang lain. Bagaimana kalau kemudian marah-marah dan ngotot karena pesannya gak dibalas? Ini yang gawat.

Komunikasi gak harus tatap muka karena sosial media

Benar memang komunikasi itu gak harus tatap muka. Tapi apakah contoh komunikasi yang kupaparkan di atas barusan merupakan komunikasi yang baik? Menurutku enggak.

Bersyukurlah kita karena ada alat komunikasi telepon atau handphone yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan adanya telepon, jarak bukanlah suatu permasalahan untuk menyampaikan suatu pesan penting.

Gak harus dengan panggilan suara yang mungkin kebetulan gak punya pulsa cukup untuk melakukan itu, tapi kan masih ada fitur sms yang bisa dimanfaatkan. Yakin lah, kalau pesan penting yang penting itu akan mendapatkan respon dengan tepat waktu. Walaupun pada saat bersamaan gak punya pulsa, untuk membalas sebuah sms yang bersifat penting pasti akan diusahakan untuk dibalas. Karena kita sebagai manusia udah diciptakan dengan akal pikiran yang mumpuni untuk memecahkan masalah disaat-saat genting, apalagi masalah komunikasi ini.