Tawuran Pelajar Masuk Kurikulum Pendidikan?

Ada yang berbeda dengan kurikulum pendidikanGathering Gerakan Indonesia Berkibar @IDBerkibar di Medan. Read more ... ยป di negeri ini yaitu adanya mata pelajaran tawuran. Apakah tawuran sejatinya memang bagian dari dunia pendidikan?

Beberapa hari yang lalu aku lihat terjadi tawuran pelajar di televisi, tak tanggung-tanggung sampai memakan korban hingga tewas. Sudah sekeras itukah dunia pendidikan kita? Apa memang tawuran juga diajarkan di dalam sekolah? Tentu tidak. Tawuran ini bisa terjadi karena banyak hal, yang paling sederhana adalah karena ingin dikenal sebagai anak pemberani. Tak heran banyak pelajar yang nekad melakukan aksi tawuran hanya karena ingin namanya dikenal.

Apakah dengan hanya melakukan aksi tawuran akan meningkatkan citra seorang pelajar? Tentu, tapi bukan citra baik yang didapat melainkan citra buruk yang akan diperoleh pelajar itu. Bukan hanya citra pelakunya saja yang menjadi buruk, lebih jauh akan berdampak pada nama baik sekolah dan bahkan nama baik kelurga menjadi taruhannya.

Tawuran

Tawuran Pelajar (credit : Republika)

Tawuran pelajar, siapa yang harus bertanggung jawab

Tentunya tidak ada sekolah yang menginginkan para anak didiknya melakukan aksi tawuran karena selain bisa mencoreng nama baik sekolah, pihak sekolah juga yang akan mengalami kerepotan kalau-kalau para siswanya ada yang terluka, tertangkap polisi atau bahkan tertabrak para pengendara.

Terlebih para orang tua tidak ada yang menginginkan anaknya terlibat dalam aksi kekerasan seperti tawuran ini. Para orang tua sudah menitipkan anak-anaknya kepada pihak sekolah untuk diberi ilmu pendidikan yang baik dan benar. Lantas, apakah orang tua harus menyalahkan pihak sekolah karena anaknya terlibat dalam aksi tawuran pelajar? Tentu tidak etis kalau orang tua menyalahkan pihak sekolah menjadi penyebab ke-ikutsertaan anaknya dalam aksi tawuran.

Ataukah dinas pendidikan yang harus bertanggung jawab karena semakin maraknya aksi tawuran pelajar ini? Sangat tidak masuk akal memang kalau kita lantas menyalahkan dinas pendidikan.

Tidak ada pihak yang bisa disalahkan memang ketika para pelajar lebih menggemari aksi tawuran dari pada belajar. Pihak sekolah tentunya tidak punya kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap siswa-siswi nya di luar jam sekolah. Begitu juga para orang tua yang sudah mempercayakan anaknya menjadi anak yang rajin di sekolah tanpa mikir kalau anaknya akan terlibat aksi perang antar pelajar atau tawuran.

Masih mau menyalahkan pihak sekolah? Atau mau menyalahkan orang tua? Menyalahkan dinas pendidikan mungkin? Simpan semua tuduhanmu untuk hal ini.

Tawuran pelajar bisa dicegah?

Pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, apakah tawuran pelajar bisa dicegah? Gak ada yang bisa menjamin tawuran pelajar bisa dicegah, tapi kalau dikurangi mungkin bisa. Banya cara yang bisa dilakukan pihak sekolah atau orang tua untuk meminimalisir terjadinya aksi tawuran yang dilakukan para pelajar. Misal, dengan memperbanyak jam siswa disekolah yang diisi dengan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler. Atau dengan melihat bakat si anak dan mengarahkannya ke bidang yang iya kuasai.

Mahal memang, tapi bukankah pendidikan itu memang mahal. Untuk mengurangi aksi tawuran antar pelajar ini memang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Bukan cuma pihak sekolah, bukan cuma pihak orang tua, bukan juga cuma puhak pemerintah dengan dinas pendidikan. Tapi ini semua perlu peran semua pihak termasuk masyarakat sekitar agar tidak ada lagi tawuran antar pelajar.