Main Hakim Sendiri Cerminan Hukum Kita

Tak perlu berpendidikan tinggi dibidang hukum kalau mau menjadi seorang hakim. Siapa aja bisa menjadi pengadil seperti hakim termasuk kamu kalau mau.

Yang aku tau kalau mau menjadi seorang hakim harus sekolah dulu mengambil jurusan hukum minimalnya. Tapi mengambil pendidikanHaruskah Aksi Demo Dengan Kekerasan?. Read more ... » dibidang hulum bukanlah suatu hal yang utama kalau kamu mau menjadi seorang pengadil bak seorang hakim. Tak perlu mengeluarkan biaya mahal pendidikan untuk sekolah tinggi-tinggi untuk menjadi seorang hakim, siapa saja bisa. Kamu mau?

Dari dulu sampai detik ini praktek “main hakim sendiri” bukanlah sebuah cerita baru, dimana saja kita bisa lihat praktek “main hakim sendiri” di sekitar kita. Mulai dari usia lajang sampai usia tua bisa melakukan praktek “main hakim sendiri”. Di jalan raya, di tempat keramaian atau dimanapun. Tak perlu sebuah pengadilan untuk menjadi seorang hakim bagi mereka yang ingin menjadi seorang pengadil.

Hakim jalanan, itu sebutan yang aku berikan untuk mereka pelaku penegak hukummain hakim sendiri” itu.

main hakim hukum

Ilustrasi Main Hakim Sendiri (credit : poskotanews)

Apa sebenarnya penyebab terjadinya perilaku main hakim sendiri ini di kalangan masyarakat kita ? benarkah ketidak percayaan terhadap penegak hukum menjadi penyebabnya ? atau aksi main hakim sendiri ini dilakukan atas dasar kesal terhadap pelaku? atau malah cuma sekedar ikut-ikutan aja biar rame aja gitu. Bahkan yang eksrim, para hakim jalanan sanggup membakar hidup-hidup tersangkanya yang disangkakan adalah seorang tersangka. Apakah para hakim jalanan ini mengerti tentang hukum ? kayaknya sih gak paham hukum sama sekali menurut aku. Ini gak ada bedanya dengan aksi tawuran pelajar.

Main hakim sendiri didukung penegak hukum

Ini pengalaman aku saat ada kemalingan di belakang rumah, sontak aku ikut keluar untuk liat apa yang terjadi di belakang sana walaupun udah malam. Aku mendapati seorang yang katanya pencuri itu sudah babak belur di hakimi massa. Dan yang cukup mengherankan adalah di lokasi itu ada petugas yang udah sampe ke TKP, para hakim jalanan masih tetap melakukan aksi hukum dengan cara mereka tanpa memperdulikan petugas berpakaian abu-abu yang ada di situ. Yang semakin membuat aku heran adalah ketika keluar sebuah perkataan dari bapak petugas itu.

“pukul aja sepuasnya, bang sebelum kami bawa ke kantor. Kalo udah ditangan kami ini udah hak kami”

Mendengar perkataan itu terang aja buat para hakim jalanan ini melanjutkan aksi hukum ala mereka yang lebih dikenal dengan nama main hakim sendiri ini.

Kalau pihak yang bertanggung jawab akan persoalan hukum aja sudah melegalkan tindakan main hakim sendiri, bagaimana masyarakat bisa percaya sepenuhnya kepada penegak hukum itu.

Main hakim sendiri sudah melanggar hukum

Indonesia katanya adalah negara hukum, dalam hukum Indonesia gak ada yang Pasal yang memperbolehkan main hakim sendiri dalam menyelesaikan masalah. Lagian, setiap orang punya hak untuk mendapat perlakuan hukum yang sesuai dengan undang-undang. Apakah betul semua yang disangka sudah mencopet, menjabret atau mencuri benar-benar melakukan hal itu? Terkadang para hakim jalanan melakukan aksi main hakim sendiri tanpa melihat jelas atau benar-benar tau siapa orang yang sudah melakukan aksi penjambretan. Langsung dihakimi dengan membabi buta.

Padahal masih ada hukum praduga tak bersalah yang merupakan hak setiap orang yang disangkakan sebagai tersangka atau pelaku. Apakah hukum praduga tak bersalah itu masih ada? Sampai kapan aksi hakim jalanan ini berlangsung untuk melakukan main hakim sendiri untuk melakukan eksekusi hukum versi mereka.