Gunakan Etika Berbicara Di Depan Umum

Keragaman bahasa yang kita miliki hendaknya dibarengi dengan etikaEtika Merokok Bagi Para Perokok. Read more ... ยป berbicara dalam menggunakannya. Aku gak tau bahasa yang Kamu pakai, tolong hargai Aku.

Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya dan suku bangsa, termasuk beragam bahasa di dalamnya. Selain kekayaan dari beragam budaya asli, Indonesia juga banyak diisi oleh beragam budaya dari luar. Kita sebut saja Budaya Arab, Budaya India, Budaya Cina (Tionghoa), dan budaya-budaya yang lain. Masing-masing budaya memiliki bahasanya sendiri, ya walau beberapa suku memiliki kesamaan dalam berbahasa.

Dalam hal berbicara, di sekitar Kita masih banyak saja kita jumpai antar individu yang berbicara dengan bahasa sukunya masing-masing. Aku senang kalau ada orang yang berbicara dengan bahasa Ibu-nya. Kenapa? Bukankah kita harus mencintai budaya yang kita miliki, bukankah kita harus menjaga budaya dari leluhur kita? Yap, betul. Kita memang harus dan menurut aku wajib menjaga budaya yang kita miliki. Tapi, bagaimana kalau berbicara dalam bahasa daerah di depan umum? Wajarkah? Ini opiniku, sihkan disimak.

etika berbicara

Ngobrol yuuk (credit : anekaforum.com)

Etika berbicara di depan umum

Kehidupan manusia yang gak bisa terlepas dari manusia lain menuntut manusia harus banyak melakukan interaksi dengan manusia lain. Begitupun dengan aku, kamu, kalian dan juga mereka yang tiada hari tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Sadarkah kita kalau sebenarnya dalam kita berbicara di depan umum itu harus memikirkan sebuah perilaku yang bernama etika berbicara? Sama halnya ketika aku menulis tentang etika merokok di tempat umum.

Etika berbicara di depan umum khususnya bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan, disekitar kita terdapat banyak orang dari berbagai suku dan budaya yang pastinya juga memiliki perbedaan bahasa daerah antara kita dengan mereka.

Di kota ini, kota Medan terdapat beragam suku dan etnis yang pastinya juga beragam bahasa. Namun yang disesalkan adalah kurangnya rasa menghargai di kota ini. Masih banyak orang yang berbicara dengan lawan ngobrolnya menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing. Apa aku paham yang mereka bicarakan? Kalaupun mereka ngobrol yang isi obrolannya membicarakan aku, apa aku tau kalau mereka sedang membicarakan aku sedangkan aku jelas-jelas ada di sekitar mereka? Tidak.

Ini bukan perkara etnis, ini bukan perkara suku, tapi ini lebih kepada kesadaran personalnya.

Memang semua orang berhak untuk berbicara apa saja, tapi tolong hargai kami yang belum tentu mengerti bahasa yang kalian gunakan. Walaupun kalian berbicara tidak menyinggung kami, setidaknya gunakanlah etika berbicara untuk menghargai kami yang tidak mengerti bahasa kalian.