Skripsi Itu Tergantung Siapa Yang Membuat

Tugas akhir atau skripsi hanya sebagai syarat untuk lulus tanpa memiliki kekuatan yang berarti yang bisa dibanggakan oleh para mahasiswa setelah tamat. Apa iya begitu?

Setiap orang yang bergelar MAHASISWA pasti akan dihadapkan dengan yang namanya tugas akhir atau bahasa gaulnya Skripsi. Aku sendiri gak tau sejarah dari skripsi itu bagaimana awalnya, kalau Kamu penasaran silahkan ‘gugling’ aja. Tapi yang jelas, menurut aku skripsi itu semacam sebuah projek akhir sebagai syarat untuk menamatkan bangku perkuliahan. Kenapa harus benda bernama skripsi itu yang dijadikan sebagai acuan untuk menamatkan pendidikan tinggi di Negeri ini? Mungkin juga sama di Negeri seberang.

Skripsi seolah menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar mahasiswa, mungkin juga menjadi hal yang biasa bagi sebagian kecil mahasiswa. Ukuran ini sih relatif, tergantung Kamu mengambil dari sisi yang mana. Seberapa penting kah tugas akhir ini sebenarnya ? Layak kah tugas akhir ini menjadi acuan bahwa mahasiswa adalah sekumpulan orang yang pintar ? Sama pentingkah  dengan membuat jurnal ilmiah ?

Skripsi hanya untuk menguji mental

Yah, disini aku akan bilang kalau yang namanya skripsi (bagi aku pribadi) adalah sebuah proses ‘uji nyali’ seorang mahasiswa untuk membuktikan tingkat intelektualitasnya sebagai seorang mahasiswa. Katanya  mahasiswa itu adalah kaum intelektual. Artinya begini, dalam proses pembuatan skripsi atau tugas akhir setiap mahasiswa pasti akan dituntut untuk banyak berpikir dan mengeluarkan banyak pikiran. Dari berpuluh-puluh halaman yang dibuat, itu mengharuskan adanya keterkaitan antara BAB I sampai BAB V. Disini lah letak pikiran yang banyak tadi.

Lantas apa hubungan antara skripsi dan mental ? Disadari atau enggak, bagi Kamu (termasuk Aku) yang sedang berhadapan dengan skripsi, disinilah letak pengujian mental sebagai seorang yang bergelar mahasiswa. Sudah banyak orang yang nyerah menghadapi skripsi, bahkan sampai ada yang stress hingga mengalami gangguan kejiwaan.

Mahasiswa itu bisa diukur tingkat kemahasiswa-annya pada saat menjalani skripsi

Quote di atas mencerminkan Kamu mahasiswa yang seperti apa pada saat Kamu berhadapan dengan skripsi. Semakin berat perjuangannya menghadapi skripsi, semakin mahasiswa lah dia. Bukan menjadi patokan juga sih sebenarnya, itu cuma menurut pendapat pribadi aja.

Alhamdulillah skripsi Aku udah selesai, udah resmi bergelar sarjana sekarang.

Tumpukan skripsi itu mau diapakan

Fenomena yang satu ini bisa dijumpai di kampus-kampus. Kalau yang sering main ke perpustakaan pasti pernah liat tumpukan skripsi dari tahun ke tahun. Tiap tahunnya UniversitasPentingkah Ospek di Dunia Pendidikan?. Read more ... » atau institusi pendidikan gak cuma menamatkan seorang mahasiswa, tapi puluhan hingga ratusan mahasiswa. Mau diapakan tumpukan skripsi itu? Akankah skripsi pendidikan yang sudah dibuat oleh mahasiswa hanya akan menjadi tumpukan kertas yang penuhi debu?

skripsi

Tumpukan Skripsi

Lantas bagaimana dengan mahasiswa yang (maaf) membeli skripsi atau menggunakan jasa pembuatan skripsi ?