Haruskah Aksi Demo Dengan Kekerasan?

Aksi demo sekarang lebih mirip tawuran para pelajar yang penuh kekerasan dari pada aksi demo yang benar-benar dilakukan oleh kaum terpelajar.

Postingan ini agak sedikit telat beberapa hari dari hari kemarin yang heboh demo penolakan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Sebenarnya aku nulis ini bukan mau ikut-ikutan demo penolakan kenaikan BBM di blog, tapi disini lebih kepada apa yang kulihat dari aksi demo yang terjadi belakangan ini.

Memang aku gak secara langsung lihat dengan mata sendiri aksi demo kemarin, cuma liat di beberapa media dan berita di TV aja. Yang membuat miris adalah ketika mendengar aksi demo berujung pada pengrusakan dan bahkan tindak kekerasan terhadap masyarakat yang sebenarnya tidak terlibat dalam aksi demo itu. Harus kah masyarakat sipil menjadi korban? Atau harus kah para pendemo dan aparat kepolisian juga menjadi korban?

Aksi demo dengan kekerasan merusak fasilitas umum

 Aku gak tau siapa pelaku dibalik pengrusakan fasilitas-fasilitas umum itu. Dan siapa-siapa yang menjadi bagian dalam aksi demo penolakan harga BBM kemarin (bahkan aksi demo penolakan kenaikan BBM tahun 2012 silam). Mereka, para pendemo itu bukan cuma berasal dari kaum yang katanya terpelajar atau mahasiswa, bisa saja mereka berasal dari rombongan buruh, aliansi masyarakat, atau bahkan yang digerakkan oleh organisasi-organisasi intelektual.

Aksi demo ini memang bertujuan baik untuk menyuarakan keluhan masyarakat kepada pemerintah. Bukan hanya demo BBM, demo kesejahteraan buruh atau demo apapun yang yang tujuannya untuk menyuarakan isi hati rakyat adalah baik. Namun yang sangat disayangkan ketika aksi demo itu berjalan dengan anarkis. Dengan dalih atas nama kesengsaraan rakyat, tapi justru aksi demo dengan merusak fasilitas itu menyengsarakan rakyat juga. Adakah para pendemo itu berfikir, pakai uang siapa untuk membenahi fasilitas yang dirusak itu ? tentu itu pakai uang rakyat juga, dengan mekanisme bayar pajak tentunya. Berapa kerugian negara atau dalam lingkup kecil adalah tiap daerah yang menanggung beban untuk mengganti semua kerusakan itu ?

Itu masih merusak fasilitas umum yang kesemua-nya kita nikmati bersama. Bagaimana dengan merusak fasilitas milik masyarakat atau dunia usaha ? kemarin liat di TV sempat ada kreta (motor, red) dan mobil yang dirusak bahkan dibakar oleh para pendemo. Itu kan kendaraan milik masyarakat sipil, kalau udah dibakar gitu siapa yang ganti ?

aksi demo

Demo udah mirip Perang Dunia (credit: viva.co.id)

Aksi demo atau menghakimi massa ?

Sempat juga liat di TV acara berita “Redaksi Kontroversi Trans 7” diberita itu ada rekaman para pendemo yang memukuli para pengguna jalan yang melintas. Ini sangat memprihatinkan, warga yang tidak gak ikutan aksi demo malah jadi korbannya. Ini udah mirip kayak menghakimi copet di tengah jalan yang pernah kutulis disini.

Kalau dilihat, aksi demo sekarang lebih mirip dengan tawuran para pelajar yang lagi menggebunya jiwa muda di dalam darah. Padahal para pendemo ini mayoritas bukan usia anak sekolah lagi, yang seharusnya lebih banyak bermain dengan logika dan berfikir dari pada bermain dengan kekerasan.

Apa aksi kekerasan yang dibuat oleh teman-teman mahasiswa ini adalah hasil dari didikan saat menjalani ospek yang penuh kekerasan yang saat ini lagi NGETREN ?

Memang kalau kita lihat di Negara luar sana, sering juga terjadi demo yang berujumg dengan pengrusakan dan kekerasan. Apa ini yang ditiru para pendemo di Negeri ini ? apa aksi demo seperti ini yang mengetasnamakan rakyat ?