Petasan Pembunuh Paling Kecil

Bom dan petasan adalah dua benda berbeda, namun memiliki ciri yang sama yaitu punya daya untuk menghilangkan nyawa seseorang bahkan lebih.

Siapa yang gak tau dengan benda kecil bernama petasan. Benda mungil ini punya suara ledakan yang gak kalah dahsyat nya bak suara bom. Kecil-kecil cabe rawit, walaupun kecil tapi suaranya pedas memecahkan telinga. Mungkin itu sebabnya ada petasan yang dikasih nama petasan cabe. Walaupun gak memiliki daya ledak kayak bom yang bisa merenggut nyawa banyak orang dalam sekali ledak, tapi petasan juga mampu membunuh baik secara langsung maupun gak langsung.

Petasan sebenarnya tidak selalu buruk jika digunakan. Kita tau ada beberapa budaya yang menggunakan petasan untuk acara-acara ke-adatan seperti budaya Betawi yang hampir setiap kegiatan budaya menggunakan petasan sebagai simbol kemeriahan. Ada juga budaya dari Tionghoa yang memanfaatkan petasan pada saat perayaan Hari Raya Imlek. Tapi pada tulisan kali ini, aku akan memberi opini betapa petasan itu adalah salah satu alat untuk menghilangkan nyawa orang. Lagi-lagi tergantung penempatan petasan ini untuk apa.

petasan

Petasan itu bom (credit: nyunyu.com)

Si pembunuh kecil itu bernama petasan

Kenapa aku bilang kalau petasan itu adalah alat yang bisa membunuh? Ya, sudah sangat banyak korban akibat benda mungil ini. Mulai dari yang mengalami luka bakar sampai terenggutnya nyawa seseorang. Kebanyakan yang menjadi korban dari petasan adalah orang bermain dengan benda ini. Anak-anakLapangan Sepak Bola Kian Langka, Kami Harus Main Dimana?. Read more ... ยป masih mendominasi sebagai korban dari petasan. Biasalah namanya anak-anak, tangan mungilnya belum begitu sigap untuk menghindari terluka akibat permainannya sendiri. Tapi yang namanya anak-anak, gak akan senang kalau gak main. Atau mungkin karena anak-anak sudah kehabisan lahan bermain seperti yang pernah kutulis disini.

Bukan cuma anak-anak yang bisa jadi korban petasan. Orang dewasa juga bisa menjadi korban. Masih banyak orang dengan kategori umur dewasa bermain petasan, mungkin masa kecilnya kurang bahagia. Disini aku mau bilang kalau kebanyakan orang dewasa yang menjadi korban petasan adalah bukan pelakunya, melainkan orang lain yang justru tidak menyentuhnya sama sekali. Kok bisa? Kalian pernah mendapati tetangga atau warga sekitar rumah kalian ada yang meninggal karena terkena serangan jantung akibat suara petasan? Ini lah maksud dari tulisan aku kali ini kalau petasan adalah salah satu alat pembunuh.

Petasan masih diminati banyak orang

Meskipun sudah banyak merenggut korban, nyatanya benda kecil ini masih sangat diminati oleh banyak orang. Terlebih pada saat Ramadhan seperti sekarang ini. Walapun sangat mengganggu orang yang sedang beribadah, tapi ini gak menyiutkan minat para pembuat petasan untuk memproduksi bom mini ini di bulan Ramadhan ini. Kalau kita ambil hukum dagang “jumlah produksi berpengaruh pada jumlah permintaan”. Mungkin karena permintaan yang masih banyak, sehingga produksi petasan pun tetap banyak. Walau harus main kucing dengan aparat peneegak hukum.

Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab? apakah orang tua yang membiarkan anaknya bermain dengan benda berbahaya atau para pembuat petasan yang memproduksi benda berbahaya ini, atau layak kah kita menyalahkan pemerintah karena kurang mengontrol atau mengantisipasi datangnya bulan Ramadhan yang jelas-jelas menjadi lumbung empuk bagi penjamuran petasan di setiap sudut kota?