Ke Pulau Bali Soal Makan

Travelxpose ke Pulau BaliWisata Alam Bali, Green Bowl Beach. Read more ... ». Mendapatkan pengalaman baru, cerita baru, serta teman-teman baru dalam dalam satu waktu, mengajarkan bagaimana kamu mampu menempatkan diri dalam sebuah situasi yang serba baru.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam di atas permukaan laut, akhirnya aku sampai juga di Pulau Dewata, Bali. Disambut dengan hangat oleh team dari Travelxpose magazineWisata Alam Bali, Green Bowl Beach. Read more ... » (Hendra, Hardi dan Mbak Elvi) dengan sedikit ritual photo session, lalu berkenalan dengan Nesia dari Palembang yang ternyata kami berada di pesawat yang sama (karena sebelumnya transit di Palembang). Perjalanan lalu dilanjutkan dengan mencari makan siang. Cuma tersisa ber-empat karena Mbak Elvi tidak ikut pergi makan siang dengan kami. Perjalanan kami pun dimulai dari sini.

Travelxpose Nyicip Masakan ala Bali

Entah ya, bagi aku masakan Bali itu rasanya pedas. Pedasnya beda dengan masakan khas Padang. Aku bukan orang yang tahan makan masakan pedas walaupun Aku asli berdarah Minang, makanya wajar Aku mendapat julukan “Minang Murtat”. Tapi tetap ingin menikmati masakan khas Bali walaupun pedas.

Jadi, pada Part I ini akan fokus soal makanan dulu ya. Pembahasan lain akan ada di Part selanjutnya.

travelxpose bali

Warung Kampong Pedas. Shoot with Lenovo VIBE S1

Menyambangi sebuah warung makan yang berjudul “Warung Kampong Pedas” dengan menu spesialnya Ayam Betutu. Nama warungnya aja udah ada embel embel Pedas, bisa dipastikan masakannya berasa Pedas. Sebelum makan, ada ritual yang harus dijalani. Yaitu, fotoin makanan dulu. Selain Hardi yang sebagai fotografer dan untuk kebutuhan majalah, Ternyata Nesia adalah seorang food bloggerTrilogi 11-11-11, Bukan Tentang Film. Read more ... » dan food instagramer. Maka, foto makanan adalah sebuah hal wajib dilakukan sebelum makanan itu “diembat”.

travelxpose

Nesia lagi foto. Shoot with Lenovo VIBE S1

travelxpose

Hardi gak mau kalah. Shoot with Lenovo VIBE S1

Soal rasa, gimana ya? pedas udah pasti, tapi pedasnya beda dengan rasa pedas masakan khas Padang. Kayaknya memang masakan khas Bali kuat dengan aroma rempah dan cabe rawit *CMIIW*. Tapi rasanya enak kok. Walaupun hari-hari terbiasa kena masakan Padang, tapi lidah aku ini masih masuk lah dengan masakan khas bali.

Travelxpose lanjut ke makan malam ala Spanyol

Kalau tadi siang udah nyobain makanan khas, jadi makan malamnya kita ganti suasana ke ala Eropa tepatnya ala Spanyol. Nyobain makan malam sambil ditemani sunset, udah pasti tau lah ya lokasinya. Dimana lagi kalau bukan di El Kabron di wilayah Uluwatu, Bali. Menikmati sunset disini enak juga. Bisa nyantai-nyantai, bisa juga berendam di kolam kecil pas dipinggir tebing. Untuk orang yang ber-jiwa romantis, tempat ini cocok untuk dijadikan wedding proposal kamu. Sayangnya aku bukan tipe cowok kayak gitu.

travelxpose bali

Sunset di El Kabron. Shoot with Lenovo VIBE S1

travelxpose

Back Selfie di El Kabron. Shoot with Lenovo VIBE S1

Udah selseai sunset nya, dan mataharinya pun udah istirahat karena capek menyinari kamu seharian dan bulan pun datang. Itu artinya waktu makan malam pun tiba. Tunggu, sebelum lanjut makan ada hal aneh yang kami alami. Yaitu, kami gak tau nama-nama di menunya. Untung Google membantu kami untuk memberikan informasi nama-nama makanan di menu itu.

Seperti biasa, sebelum makan ada ritual foto dulu. Tapi kali ini Hardi lebih fokus fotoin Aku dan Nesia yang sedang makan. Untuk kebutuhan majalah sih, katanya. Kayaknya dijadikan model nih sama Hardi.

travelxpose

Lupa nama makanan ini. Shoot with Lenovo VIBE S1

travelxpose

Cocktail nya smooth. Shoot with Lenovo VIBE S1

Travelxpose Makan Malam Budaya Bali

Ini bagian terakhir dari cerita makan makan di Bali. Ini di hari ke-dua sih lebih tepatnya. Makan malam di hari ke-dua ini kami mengambil lokasinya di Ayodya Resort di Nusa Dua. Kenapa makannya disini? Karena diundang langsung oleh pihak Ayodya Resort untuk makan malam disini sambil menikmati tarian. Tempatnya sangat enak dan nyaman, outdoor, di bawah sinar bulan, dan yang pasti sangat enjoy lah makan malam disini. Lokasinya sih bukan untuk tongkrongan anak muda, karena settingan nya memang untuk dinner. Oiya, nama lokasi tempat makannya adalah Balinese Theatre.

bali

Balinese Theatre. Shoot with Lenovo VIBE S1

bali

Sambil nunggu waktu makan, kita nyantai sambil kerja. Shoot with Lenovo VIBE S1

bali

Gemes sih liat penarinya. Shoot with Lenovo VIBE S1

Oke, selesai cerita tentang makan dan masakan. Jangan berharap lebih dari postingan ini, karena bingung harus review apa. Kalau diulas semua nanti gak seru lagi, jatuhnya jadi spoiler.

Sesuatu yang membuatmu penasaran, terasa lebih indah kalau kamu menikmatinya langsung

Akan ada cerita lanjutan dari perjalanan ke Bali kemarin dengan Travelxpose Magazine dan Lenovo. So, tungguin aja update cerita selanjutnya. Akan mengulas yang lebih seru dan lebih serius. Perjalanan icip makanan di Bali bersama Travelxpose cukup sampai disini.